Duta Berita Nusantara | PALEMBANG
Menunggu Dalam Doa : ” Ada Doa Yang Tidak Dijawab Dengan Segera…”
Oleh : Ki Bagus
Subuh baru saja berlalu.
Di sebuah masjid, Bee menengadahkan tangan dalam doa.
Ia memohon kepada Allah agar dirinya diperbaiki sebelum dipertemukan dengan amanah kehidupan yang telah disiapkan untuknya.
Bee percaya, bahwa setiap perjalanan hidup memiliki waktunya sendiri.
Tidak semua doa datang bersama jawaban yang cepat.
Kadang, Allah meminta kita untuk menunggu.
Bukan karena doa itu tidak didengar, tetapi karena mungkin ada sesuatu yang sedang dipersiapkan di balik penantian itu.
Setelah keluar dari masjid, Bee menyapa seorang petugas kebersihan yang sedang menjalankan tugasnya.
Sebuah sapaan sederhana.
Namun dari hal-hal kecil seperti itulah, karakter seseorang perlahan terbentuk.
Di tempat lain, di rumah sederhana, Nara membantu ibunya menyiapkan sarapan.
Ia menjawab panggilan ayahnya, kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya sebelum memulai hari.
Bee dan Nara belum saling mengenal.
Mereka menjalani kehidupan masing-masing.
Memulai pagi dengan doa.
Menjalani hari dengan keluarga.
Dan melangkah dengan nilai-nilai yang mereka yakini.
Mereka belum tahu…
bahwa perjalanan hidup sedang perlahan mempertemukan dua jalan yang berbeda.
Karena terkadang…
pertemuan terbaik bukanlah sesuatu yang kita cari.
Ia datang setelah kita belajar menjadi pribadi yang pantas menerimanya.
Dan semuanya…
berawal dari sebuah doa…
CATATAN PENULIS
Kisah dalam karya MENUNGGU DALAM DOA merupakan sebuah ilustrasi fiktif yang lahir dari rangkaian cerita, nilai, dan imajinasi.
Nama, tokoh, tempat, peristiwa, maupun latar yang memiliki kemiripan dengan kehidupan nyata tidak dimaksudkan sebagai gambaran atau rujukan terhadap pihak tertentu. Segala kemiripan yang terjadi merupakan kebetulan semata.
MENUNGGU DALAM DOA
Bersambung ke Episode 02…













