Scroll untuk baca artikel
Cerita BersambungCERPENSerba SerbiSerial cerita viral DBN

Kisah Abadi Tom dan Jerry

42
×

Kisah Abadi Tom dan Jerry

Sebarkan artikel ini

Oleh: Shintalya Azis

Layar televisi terbuka dengan musik khas yang begitu akrab di telinga. Seperti biasa, Tom si kucing mengejar Jerry si tikus ke setiap sudut rumah. Meja makan ditabrak, vas bunga pecah, kursi terbalik, dan berbagai jebakan dipasang. Setelah melalui kejar-kejaran yang menegangkan sekaligus mengundang tawa, kali ini Tom akhirnya berhasil menangkap Jerry.

Dengan wajah puas, ia memasukkan Jerry ke dalam sebuah jaring yang diikat rapat. Tom tersenyum penuh kemenangan. Baginya, perburuan telah usai. Ia terlelap dengan tenang, yakin bahwa kali ini Jerry benar-benar tidak akan mampu meloloskan diri. Penonton pun bersorak, terhibur melihat adegan itu.

Namun, seperti hampir semua episode Tom dan Jerry, kemenangan itu hanya berlangsung sesaat. Musik berubah pelan, lalu perlahan membangun ketegangan. Kamera beralih ke sudut-sudut rumah yang gelap dan sunyi. Dari balik lubang dinding, dari sela-sela lemari, dari bawah lantai, muncullah tikus-tikus lain. Mereka bergerak tanpa suara, saling memberi isyarat, lalu mendekati jaring tempat Jerry terperangkap.

Satu per satu mereka mulai menggigiti tali jaring. Sedikit demi sedikit anyaman itu terputus. Tak lama kemudian, jaring robek dan Jerry berhasil keluar. Dengan senyum jahil, ia melompat bebas seolah tidak pernah tertangkap.

Sementara Tom yang datang kemudian, hanya melongo dengan mata bulat melotot melihat jaringnya sudah terputus digigit tikus. Jerry telah menghilang bersama kawan-kawannya,

Begitulah rasanya menyaksikan berbagai aksi pemberantasan korupsi.

Tom ibarat sosok penegakan hukum yang terus mengejar para pelaku korupsi. Sementara Jerry adalah tikus berdasi yang lihai mencari celah, pandai bersembunyi, dan selalu menemukan cara agar tetap bertahan. Satu ditangkap, yang lain muncul. Satu dihukum, yang lain sudah menyiapkan strategi baru.

Negeri ini membutuhkan Tom yang tidak pernah lelah. Tom yang mampu membuat Jerry selalu merasa diawasi. Bukan sekadar Tom yang sesekali menangkap Jerry ketika semuanya sudah terlambat.

Ketika rasa takut terhadap hukum benar-benar hadir, tikus-tikus itu tidak lagi memiliki ruang untuk berkembang biak. Energi mereka habis untuk menghindari pengawasan, bukan menyusun siasat menggerogoti uang rakyat.

Namun persoalannya tidak sesederhana itu. Tidak semua Tom memusuhi Jerry. Ada Tom yang justru bersahabat dengan Jerry. Ada yang pura-pura mengejar, tetapi diam-diam membuka jalan pelarian. Ada yang menikmati remah-remah hasil curian. Ketika pemburu dan buruan saling bersekongkol, maka perburuan hanya menjadi sandiwara. Yang tampak di layar adalah kejar-kejaran, padahal di balik layar mereka saling memahami perannya.

Dalam kondisi seperti itu, Jerry tidak lagi takut. Ia berjalan santai, mengajak saudara-saudaranya datang lebih banyak. Mereka menggerogoti anggaran, memperjualbelikan jabatan, memanipulasi proyek, menyuap, dan menerima suap.

Semakin lama, jumlah mereka semakin banyak, sementara Tom yang benar-benar bekerja justru kelelahan menghadapi kawanan tikus yang terus bermunculan.

Rakyat tetap sebagai penonton setia yang setiap tahun menyaksikan episode yang hampir sama. Semua sudah dianggap sebagai hiburan. Hiburan di TV, sosial media. Operasi tangkap tangan, persidangan, vonis, lalu muncul lagi kasus baru. Penonton terkadang bersorak ketika Jerry tertangkap, tetapi kemudian kembali menghela napas karena tikus lain sudah lebih dulu memenuhi rumah keluarga Indonesia.

Korupsi tidak dapat dihapus hanya dengan menangkap pelakunya. Korupsi hanya bisa diberantas ketika seluruh Tom tetap setia pada tugasnya, tidak berkompromi dengan Jerry, dan seluruh penghuni rumah ikut menjaga agar tikus-tikus tidak mendapat ruang untuk berkembang.

KPK tidak dapat bekerja sendirian. Kepolisian, kejaksaan, pengadilan, pemerintah, dunia usaha, media, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus berdiri di sisi yang sama. Satu saja memilih menjadi sahabat Jerry, maka tikus-tikus itu akan selalu menemukan jalan untuk kembali.

Pemberantasan korupsi bukan sekadar menangkap tikus. Yang jauh lebih penting adalah memastikan tikus tidak lagi memiliki kesempatan untuk berkembang biak. Selama ruang itu masih ada, episode Tom dan Jerry akan terus diputar. Berganti pemeran, berganti kasus, tetapi dengan akhir cerita yang hampir selalu sama.

Padahal, dalam dunia kartun, semuanya begitu mudah. Cukup satu klik, karakter Jerry dihapus. Cerita selesai. Layar ditutup.

Sayangnya, dunia nyata tidak memiliki tombol itu.

Palembang, 21Juli 2026

Berita

PENYINTAS Oleh : Aethera Aditi Di ujung sapu…