Duta Berita Nusantara | Kota Batu
GABAS
Oleh: Aethera Aditi
Jari-jariku mengepal
menyimpan sebutir logam kecil
yang tak pernah dipanggil oleh namaku.
Benda itu merayap di dasar saku,
licin dan pelan-pelan membesar
seperti luka yang menolak sembuh.
Daging di telapak ini mendadak asing.
Darah di sepanjang pergelangan
berdetak seperti paku yang diketok pelan:
bukan milikmu,
bukan milikmu,
bukan milikmu.
Ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan,
seteguk air tak sanggup membilasnya.
Kata-kata yang hendak kuucapkan
berubah menjadi pasir kotor
yang menyumbat lidahku sendiri.
Aku berjalan menembus malam yang biasa,
tapi setiap kali kakiku menapak tanah,
bumi seperti bergeser sekeping.
Segram berat yang tak terlihat oleh matamu
membuat seluruh badanku oleng.
Di balik pantulan kaca yang dingin,
aku mencoba meluruskan jemari,
tapi kulitku telah mengeras menjadi batu—
dan paku yang berdetak tadi,
kini menancap makin dalam,
menembus daging hingga ke tulang.
Bedugul, 10.34 WITA













