Scroll untuk baca artikel
Serba SerbiSerial cerita viral DBN

GABAS

24
×

GABAS

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Kota Batu

GABAS

Oleh: Aethera Aditi

Jari-jariku mengepal

menyimpan sebutir logam kecil

yang tak pernah dipanggil oleh namaku.

Benda itu merayap di dasar saku,

licin dan pelan-pelan membesar

seperti luka yang menolak sembuh.

Daging di telapak ini mendadak asing.

Darah di sepanjang pergelangan

berdetak seperti paku yang diketok pelan:

bukan milikmu,

bukan milikmu,

bukan milikmu.

Ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan,

seteguk air tak sanggup membilasnya.

Kata-kata yang hendak kuucapkan

berubah menjadi pasir kotor

yang menyumbat lidahku sendiri.

Aku berjalan menembus malam yang biasa,

tapi setiap kali kakiku menapak tanah,

bumi seperti bergeser sekeping.

Segram berat yang tak terlihat oleh matamu

membuat seluruh badanku oleng.

Di balik pantulan kaca yang dingin,

aku mencoba meluruskan jemari,

tapi kulitku telah mengeras menjadi batu—

dan paku yang berdetak tadi,

kini menancap makin dalam,

menembus daging hingga ke tulang.

Bedugul, 10.34 WITA