PALEMBANG – Duta Berita Nusantara
Nuansa budaya Minangkabau mewarnai suasana resepsi pernikahan di Kota Palembang. Pelaksanaan resepsi pernikahan dengan adat Minangkabau di tanah rantau tersebut mendapat perhatian dan antusiasme masyarakat sekitar.
Resepsi pernikahan digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Jalan RE Martadinata, Lorong Amal No. 3464, RT 34/RW 13, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya pertunjukan seni tradisional Minangkabau. Dentuman tambur yang dimainkan kelompok seni dari Persatuan Riak Danau mengiringi rangkaian acara dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir.
Warga sekitar tampak antusias menyaksikan prosesi resepsi dengan nuansa adat Minangkabau tersebut. Bagi masyarakat setempat, kehadiran tradisi Minangkabau di tengah lingkungan mereka menjadi pengalaman budaya yang menarik sekaligus memperkaya keberagaman kehidupan masyarakat Palembang.
Salah seorang warga mengaku senang dapat menyaksikan langsung acara resepsi pernikahan dengan adat Minangkabau yang dinilai memiliki suasana klasik, khas, dan menarik.
“Senang melihat acara seperti ini. Adat Minangkabau yang ditampilkan sangat menarik dan terasa berbeda. Masyarakat juga bisa ikut melihat dan mengenal budaya Minangkabau,” ungkap warga.

Dihadiri Tokoh Organisasi Keluarga Minang
Resepsi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dari organisasi keluarga Minangkabau di Palembang.
Di antaranya Ketua IKAB (Ikatan Keluarga Agam dan Bukittinggi), Reflin, S.E., serta Ketua IKKEK, Musriandi, S.E.
Kehadiran para tokoh tersebut turut memberikan suasana kekeluargaan dalam resepsi sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan silaturahmi masyarakat Minangkabau di perantauan.
Pernikahan Ria Susanti dan Bibi Hermawan
Resepsi pernikahan tersebut merupakan acara keluarga Reflin (Aceng), untuk pernikahan putrinya, Ria Susanti, dengan Bibi Hermawan, yang berasal dari Depok dan merupakan putra dari Sukarja (almarhum).
Pelaksanaan resepsi dengan nuansa adat Minangkabau menjadi bagian dari upaya keluarga untuk tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur meskipun berada jauh dari tanah asal.
Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan keluarga, kerabat, dan masyarakat melalui sebuah perayaan yang sarat dengan nilai kebersamaan.
Budaya Minangkabau Tetap Hidup di Perantauan
Penyelenggaraan resepsi adat Minangkabau di Palembang menunjukkan bahwa tradisi dan budaya daerah tetap dapat tumbuh serta diwariskan di tanah rantau.
Pertunjukan seni, musik tradisional, dan suasana adat yang hadir dalam resepsi menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Minangkabau kepada masyarakat luas.
Di tengah keberagaman budaya yang hidup di Kota Palembang, kegiatan seperti ini menjadi momentum positif untuk mempererat persaudaraan dan membangun rasa saling menghargai antarbudaya.
Resepsi pernikahan Ria Susanti dan Bibi Hermawan pun berlangsung dalam suasana meriah, penuh kekeluargaan, serta mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.













