BeritaCERPENJakartaNasional

Pecahkan Rekor MURI, Penulis Cerpen Antikorupsi dari Seluruh Indonesia Berkumpul di Auditorium Komisi Pemberantasan Korupsi RI

22
×

Pecahkan Rekor MURI, Penulis Cerpen Antikorupsi dari Seluruh Indonesia Berkumpul di Auditorium Komisi Pemberantasan Korupsi RI

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Jakarta

Sebanyak 1.581 cerpen antikorupsi berhasil dihimpun dan mencetak Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam kegiatan literasi nasional yang digelar di Auditorium Komisi Pemberantasan Korupsi RI, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan 4.535 peserta dari seluruh Indonesia, dengan 1.448 naskah dinyatakan lolos kurasi dan diterbitkan dalam bentuk antologi cerpen bertema antikorupsi.

Program tersebut merupakan kolaborasi antara KPK RI bersama FORPAK API Banten, Forpaknas, Pena Integritas, Yayasan Rumah Indonesia Menulis, serta SIP Publishing, sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi antikorupsi di tingkat nasional.

Ketua panitia, Ratu Syafitri Muhayati, menyebut capaian ini sebagai bentuk perlawanan kultural terhadap praktik korupsi melalui pendekatan literasi.

“Gerakan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi langkah konkret membangun kesadaran publik tentang pentingnya integritas,” ujarnya.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi dapat dilakukan melalui berbagai medium, termasuk karya sastra.

“Cerpen menjadi sarana efektif untuk menyampaikan nilai kejujuran dan integritas kepada masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, menekankan pentingnya internalisasi nilai integritas melalui narasi.

Ia menyebut konsep “JUMAT BERSEPEDA KK” sebagai nilai dasar, meliputi jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

Pengakuan rekor disampaikan oleh perwakilan MURI, Awan Rahargo, yang menyatakan jumlah karya tersebut menjadi yang terbanyak dalam kategori cerpen bertema antikorupsi di Indonesia.

Penghargaan diberikan kepada SIP Publishing sebagai pihak yang menghimpun dan menerbitkan antologi tersebut.

Capaian ini mempertegas bahwa literasi antikorupsi menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya integritas dan memperkuat partisipasi publik dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Penulis: Bagus/HadiEditor: Redaksi Dbn